Bagaimana Cara dan Metode untuk Mengukur Skor Pencapaian KPI?

Sebagai pemilik perusahaan, penting bagi Anda untuk memperhatikan performa perusahaan Anda sehingga Anda bisa menilai apakah perusahaan Anda memiliki performa yang baik atau buruk.

Dengan mengetahui performa perusahaan, Anda juga bisa mengambil langkah atau tindakan yang diperlukan untuk memperbaiki performa perusahaan, terutama apabila ternyata performa perusahaan yang Anda jalankan memiliki nilai yang buruk. Untuk menilai performa suatu perusahaan, Anda perlu juga menilai performa masing-masing bagian atau divisi dalam perusahaan tersebut.

Dalam mengukur performa perusahaan atau performa setiap bagian dalam perusahaan, ada berbagai hal atau aspek yang perlu Anda perhatikan. Anda juga sebaiknya menggunakan metode pengukuran yang bisa memberikan hasil yang akurat dan optimal.

Salah satu metode yang bisa Anda gunakan untuk mengukur performa perusahaan secara keseluruhan atau performa tiap-tiap bagian dalam perusahaan adalah Key Performance Indicators atau KPI.

Secara umum, Key Performance Indicators pada dasarnya merupakan matrik finansial atau non finansial yang bisa Anda gunakan pada perusahaan yang Anda kelola dengan tujuan untuk mengukur performa atau kinerja perusahaan tersebut. Biasanya, KPI digunakan untuk mengukur berbagai parameter kualitatif pada suatu perusahaan yang cukup sulit untuk diukur seperti kepuasan pelanggan atau kualitas kepemimpinan. Meski demikian, tidak semua matrik bisa dianggap sebagai KPI.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Selain digunakan untuk mengukur performa atau kinerja perusahaan secara keseluruhan, KPI juga bisa digunakan untuk mengukur performa atau kinerja pada berbagai bagian atau divisi dalam suatu perusahaan. Key Performance Indicators juga bisa digunakan untuk mendapatkan informasi mengenai kondisi terkini suatu perusahaan sehingga pemilik perusahaan dapat menentukan langkah apa yang sebaiknya diambil untuk menyikapi kondisi tersebut.

Seperti yang disebutkan di atas, tidak semua matrik bisa dianggap sebagai Key Performance Indicators.

Suatu matrik bisa dianggap sebagai KPI bila memenuhi beberapa kriteria yang antara lain adalah memiliki nilai threshold atau ambang batas, memiliki target, serta berorientasi pada outcome. Perlu juga diperhatikan bahwa KPI yang digunakan untuk mengukur performa suatu divisi dalam perusahaan bisa saja memiliki parameter yang berbeda dengan KPI yang digunakan untuk mengukur performa pada divisi atau bagian lain dalam suatu perusahaan.

Pada saat menyusun Key Performance Indicators, ada juga beberapa persiapan yang perlu dilakukan. Persiapan yang sebaiknya dilakukan sebelum menyusun KPI antara lain berupa menetapkan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan, menciptakan proses bisnis yang telah terdefinisi secara jelas, menetapkan berbagai ukuran kualitatif dan kuantitatif berdasar tujuan yang akan dicapai, serta memonitor kondisi yang ada di perusahaan dan mengambil langkah yang diperlukan untuk mencapai tujuan yang sudah ditetapkan.

Penyusunan Key Performance Indicators membutuhkan perencanaan yang matang untuk mendapatkan hasil yang optimal. Selain itu, penyusunan KPI juga sebaiknya didukung dengan ketersediaan informasi serta data yang dapat diandalkan. Untuk memaksimalkan fungsi KPI, maka KPI setidaknya harus memenuhi berbagai persyaratan seperti spesifik, terukur, bisa dicapai, bisa dipercaya, serta target waktu.

Selain itu, ada beberapa faktor lain yang perlu Anda perhatikan ketika akan menyusun Key Performance Indicators. Salah satu aspek penting dalam KPI adalah sasaran strategis. Anda perlu menentukan sasaran strategis perusahaan Anda serta posisi perusahaan Anda di masyarakat sehingga bisnis yang Anda kelola dapat memiliki landasan yang kuat.

Hal selanjutnya yang perlu Anda perhatikan adalah key result area. Key result area atau KRA adalah ruang lingkup terhadap berbagai kategori kegiatan yang dilakukan oleh perusahaan Anda. Penyusunan KPI juga perlu memperhatikan tugas-tugas yang bisa digunakan untuk menjelaskan rincian serta detail dari KRA yang telah Anda susun sebelumnya.

Hal selanjutnya yang perlu diperhatikan adalah bobot KRA. Bobot total KRA harus memenuhi nilai 100. Oleh karena itu, setiap bagian dari perusahaan harus mengetahui tugas apa yang sebaiknya diprioritaskan untuk mendapatkan nilai KRA yang bagus. Perhatikan juga target dari KPI yang harus dicapai oleh perusahaan.

Bila Anda ingin menggunakan KPI untuk mengukur performa atau kinerja masing-masing bagian pada perusahaan Anda, pastikan Anda mengunakan KPI yang tepat untuk bagian-bagian tersebut. KPI yang digunakan untuk mengukur performa bagian perawatan mesin tentu memiliki variabel yang berbeda dengan KPI yang digunakan untuk mengukur performa bagian general affairs. Dengan memahami hal ini, Anda akan bisa mendapatkan hasil yang optimal dari pengukuran kinerja dengan menggunakan KPI.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan GRATIS 3 ebook bagus tentang Strategi Pengembangan SDM, Manajemen Karir, dan Success Mindset. GRATIS!!!