Bagaimana Cara Menetapkan Target Kinerja Karyawan atau SMART Goals?

Target kerja karyawan penting untuk direncanakan dan ditetapkan. Hingga akhirnya rencana tersebut bisa berubah menjadi wujud keberhasilan yang diharapkan. Target bisa dikatakan sebagai tujuan dari perjalanan Anda untuk mencapai sesuatu.

Tanpa ada target yang jelas, langkah tanpa tujuan, Anda tentu akan bingung kemana langkah harus dibawa dan bagaimana menghadapi tantangan yang ada dalam jalan yang Anda ambil tersebut.

Ketika dalam dunia kerja atau bisnis, targetnya jelas, maka kita bisa menentukan cara kerja seperti apa yang akan diambil dan membuatnya lebih produktif. Kita akan tahun sejauh mana kira-kira, tolak ukurannya dari kesuksesan yang bisa diraih. Tanpa target, maka Anda hanya akan berputar-putar tidak jelas dengan kesuksesan yang mustahil diraih.

Menentukan target kerja dilakukan dengan membuat perencanaa. Perencanaan ini berupa langkah yang akan dilakukan dalam mencapai target. Namun, perhatikan beberapa hal dalam menyusunnya. Agar, rencana kerja menjadi solusi yang memudahkan Anda mengetahui apa saja yang harus dilakukan dan agar manajemen waktunya tepat dan teratur. Rencana kerja, bisa dibuat dengan rencana jangka panjang maupun pendek.

Salah satu cara penyusunan target kerja yang bisa Anda lakukan adalah dengan metode SMART atau Spesific, Measurable, Attainable, Relevant, dan Time Bond. Metode ini merupakan metode dalam management review tahun 1981 yang dibawa George T. Doran.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Spesific, merupakan prinsip utama ketika menyusun target kerja. Target yang disusun harus rinci dan jelas. Serta khusus. Patokan yang spesifik ini akan memberi gambaran jelas begitu juga dengan arahan kemana sebetulnya tujuan dari bisnis tersebut. Anda tentu tahu metode 5W1H.

Metode what, why, who, where, dan which ini merupakan metode dimana apa yang Anda catatkan seperti target kerja tersebut, harus bisa menjawab semua pertanyaan dengan unsur 5W1H tersebut. Misalnya, tentang kenapa Anda harus menyusun target kerja tersebut dan siapa yang akan terlibat dalam mewujudkannya.

Measurable, dapat diukur, merupakan gambaran dimana target harus ada nilai berupa angka yang akan menjadi ukuran tercapainya target tersebut. Metode pertanyaan yang harus bisa dijawab dalam hal ini adalah how many dan how much.

Attainable, dapat dicapai, merupakan penyusunan target yang realistis dan tidak berlebihan atau muluk-muluk. Jadi, untuk bisa membuat target yang sesuai metode ini, Anda harus bisa memahami dan mempelajari sebelum, saat ini, dan bagaimana perkiraan kondisi di masa mendatang. Target yang akan dicapai pun jadi lebih jelas arahnya dengan hasil yang masuk akal.

Relevan yaitu kesesuaian dari jenis bisnis dengan target yang direncanakan. Target pun, untuk perusahaan besar dengan banyak departemen atau divisi, dalam menyusun target, relevansi juga artinya dilakukan secara berimbang.

Terakhir, Time Bond. Artinya, ada batas waktu atau deadline yang dijadikan batasan untuk pencapaian target tersebut dari mulai pelaksanaannya. Deadline akan membuat setiap tahap bisa diselesaikan tepat waktu. Apalagi dengan target yang terstruktur, akan jadi motivasi sendiri bagi setiap orang yang terlibat di dalamnya.

Selain metode SMART, ada juga metode tambahan yang sering diterapkan dan dikenal dengan istilah PRIMA. PRIMA merupakan singkatan dari Prioritas, Rasional, Idel, Magnetis, dan Akurat.

Penyusunan target harus ada prioritasnya, dilihat mana yang paling penting, dan harus ada skalanya. Sama seperti dalam metode SMART tadi, bahwa target harus realistis.

Sesuaikan apa saja faktor dan pengaruhnya. Target harus ideal, pantas, atau cocok. Target pun harus mampu menarik minat, jadi motivasi untuk setiap personilnya, termasuk investor. Target yang akurat, adalah target yang jelas dan tepat sasaran.

Tapi, dalam penyusunan target ini pasti ada saja kesalahannya. Antara lain:

1. Adanya penyampaian informasi yang terlalu banyak yang membuat investor malas membacanya. Target bisnis dengan rencana kerjanya tentu saja akan menjadi publikasi sendiri bagi bisnis Anda dalam menarik minat investor. Bagian ini biasanya harus ada dan terlampir. Buat susunan target yang jelas dan spesifik setiap pointnya tanpa harus bertele-tele.

2. Investor merupakan orang cerdas yang tidak akan sembarangan dalam mendukung suatu bisnis apalagi jika dalam penyusunan target kerjanya ada kelemahan yang sengaja disembunyikan oleh perusahaan tersebut.

Catatkan kelemahan tanpa mengurangi rasa percaya diri Anda dan perusahaan dengan memakai bahasa yang baik dan benar. Misalnya kelemahannya apa dan dengan bantuan investor maka target kerja tersebut, kelemahannya bisa tertutupi.

3. Target kerja dengan rencana bisnisnya harus jelas pasarnya tidak harus memiliki cara efektif dalam pendistribusiannya. Ketidakjelasan justru akan menjadi ancaman bagi gagalnya target kerja untuk bisa tercapai.

4. Menyusun target kerja tidak boleh melupakan analisa persaingan. Ketika Anda lemah dalam melakukan hal ini maka akan kesulitan ketika investor menanyakan startegi yang dimiliki dengan kondisi persaingan yang ada.

5. Jangan sampai proyeksi keuangan yang Anda analisa serta perkirakan tidak jelas. Untuk mendapatkan kepercayaan dari investor, maka buat proyeksi keuangan yang jelas mengenai pencapaian target kerja yang disusun tersebut.

Setidaknya, dalam perencanaan bisnis elemen-elemen penting mulai dari ringkasan eksekutif, gambaran umum usaha, rencana marketing. Rencana produksi, analisis persaingan, rencana keuangan, rencana SDM, hingga resiko yang dihadapi harus ada.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan GRATIS 3 ebook bagus tentang Strategi Pengembangan SDM, Manajemen Karir, dan Success Mindset. GRATIS!!!