Bagaimana Cara Menyusun Key Performance Indicators atau KPI

Penilaian kinerja karyawan dilakukan oleh atasan. Sampai saat ini, masih banyak perusahaan yang belum menggunakan instrumen pengukuran khusus, sehingga cara menilai performa kerja SDM cenderung subjektif.

Tentunya, hal ini sangat tidak adil karena memicu terjadinya ketidaknyamanan di lingkungan kerja seperti munculnya diskriminasi. Apabila dibiarkan terus berlanjut, operasional perusahaan secara keseluruhan akan terganggu sehingga mengakibatkan kerugian baik finansial maupun non finansial.

Untuk mengatasi masalah di atas, perusahaan harus memiliki insturment ukur kinerja yang rasional dan dapat diterima oleh semua pihak.

Dengan alat itu, atasan dapat melakukan penilaian secara objektif dan fokus pada pencapaian setiap karyawan berdasarkan job descriptionnya masing-masing. Instrumen yang paling umum digunakan dalam pengukuran performa kerja adalah Key Performance Indicators (KPI).

CONTOH LENGKAP LEBIH DARI 300 DAFTAR KPI SEMUA BAGIAN BISA DI-DOWNLOAD DISINI…..

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

KPI atau indikator kinerja utama merupakan alat ukur performa kuantitantif yang memiliki sifat SMART, yaitu:

Scientific (spesifik)
Measurable (dapat diukur)
Achievable (dapat dicapai/realistis)
Reliable (dapat dipercaya)
Time bound (target waktu)

Key Performance Indicators biasanya terdiri dari maksimal 6 sampai 8 poin yang fokus dan mengarah pada penilaian tingkat keberhasilan atau output yang dihasilkan dari setiap fungsi di perusahaan.

Apabila tadinya perusahaan hanya fokus menilai keberhasilan dari tingkat pencapaian finansial, dengan diterapkannya KPI, maka penilaian lebih menyeluruh karena juga mencakup bagian non-finansial. Rinciannya sendiri juga tidak sama antara satu perusahaan dengan perusahaan yang lain, tergantung dari prioritas atau kriteria kerja.

Penyusunan KPI dilakukan sebagai kelanjutan dari penentuan visi dan misi perusahaan. Setelah perusahaan menentukan tujuan-tujuan yang akan dicapai, maka langkah selanjutnya yang harus diambil adalah penentuan indikator-indikator penilaian keberhasilan dalam usaha pencapaian tujuan tersebut.

CONTOH LENGKAP LEBIH DARI 300 DAFTAR KPI SEMUA BAGIAN BISA DI-DOWNLOAD DISINI…..

PI kemudian berfungsi seperti dashboard bagi manajemen yang digunakan untuk melihat perjalanan setiap individu atau departemen dalam mencapai target perusahaan. Selain itu, pihak manajemen juga bisa menggunakan KPI tersebut sebagai panduan dalam mengarahkan dan membimbing setiap penerapan strategi.

Berdasarkan aspek hubungan dengan target perusahaan, Key Performance Indicators dibagi dalam tiga kategori, yaitu:

Indikator eksak – pengukuran yang fokus pada kinerja atau performa

Indikator proksi – pengukuran pada sebagian dari target atau sasaran strategi yang tidak memberikan pengaruh dominan dalam performa perusahaan secara keseluruhan.

Indikator aktivitas – pengukuran bersifat kualitatif dan secara tidak langsung berpengaruh pada kinerja perusahaan.

Proses penyusunan KPI harus benar-benar direncanakan dengan matang. Tidak semua hal dapat dijadikan indikator tepat dalam mengukur performa baik individu maupun perusahaan.

Menurut Pella (2008), ada beberapa persyaratan yang harus dipenuhi serta terkait dengan asas manfaat dan kesesuaian instrumen terhadap kebutuhan suatu organisasi, yaitu:

Kompetible dengan kemampuan organisasi mengkomunikasikan strategi evaluasi atau pengukuran kinerja
Bersifat kuantitatif dan memungkinkan untuk dievaluasi secara objektif

Bersifat reliable , dapat diakuantifikasi dan dapat digunakan secara berulang-ulang
Fokus evaluasi atau pengukuran secara optimal terhubung dengan isu-isu strategis dalam perusahaan
Bermanfaat untuk meningkatkan kinerja

Frekuensi pemutakhiran berbasis nilai manfaat bagi organisasi
Terkait dengan ketersediaan sumber daya dan data

Hasil berkemungkinan dapat diperbandingkan dengan hasil pada organisasi yang lain
Vasiliditas pengukuran yang memenuhi standar terkini
Biaya yang ditimbulkan oleh implementasi KPI tidak lebih besar dari nilai yang diperoleh oleh perusahaan.

Prosedur dan penyusunan KPI juga menentukan kualitas dari indikator yang ditentukan. Selain itu, logika operasional yang berlaku dalam implementasinya harus dipertimbangkan.

KPI dibuat secara spesifik sehingga penilaian pada suatu aspek dapat dilakukan dengan terukur dan objektif. Berikut ini langkah penyusunan KPI:

Menentukan tujuan besar KPI dan implementasinya. Tujuan tersebut menggambarkan target strategis yang akan dicapai.
Menentukan unit analisa yang harus disusun secara rinci dengan definisi operasional yang dapat dipahami.
Menyusun item evaluasi yang berjumlah idealnya tidak lebih dari 15 poin.

Item tersebut juga perlu terfokus pada unit analisa yang jelas dengan nilai total keseluruhan 100%. Pembobotan berbeda dapat dilakukan pada setiap item dimana hal ini dilakukan berdasarkan skala prioritas pada setiap organisasi.

CONTOH LENGKAP LEBIH DARI 300 DAFTAR KPI SEMUA BAGIAN BISA DI-DOWNLOAD DISINI…..

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan GRATIS 3 ebook bagus tentang Strategi Pengembangan SDM, Manajemen Karir, dan Success Mindset. GRATIS!!!