Cara Membuat KPI dan Contoh KPI Bagian Umum atau KPI General Affairs

Key Performance Index tidak bisa dilakukan dengan cara yang sembarangan. Metode ini memerlukan dukungan berupa indikatornya yang jelas dan sesuai dengan perusahaan. Tanpa hal tersebut, KPI atau Key Performance Index akan berakhir sama dengan sistem penilaian kinerja tradisional yang biasanya memberikan hasil data yang terlalu riskan untuk disebut benar.

Perusahaan dengan penilaian yang masih tradisional tersebut akan sulit maju di tengah semakin meningkat dan efektifnya kualitas manajemen perusahaan yang diterapkan.

KPI harus mengacu pada orientasi perusahaan terkait. Metode ini seyogyanya mampu dijadikan sebagai bahan penilaian sekaligus dasar dilakukannya perbaikan. Dengan metode KPI yang baik, akan bisa didapatkan hasil yang sesuai dengan kondisi di lapangan.

CONTOH LENGKAP KPI BAGIAN Umu dan General Affairs BISA DI-DOWNLOAD DISINI…..

Misalnya, ditemukannya karyawan merasa kerja kerasnya kurang dihargai karena sering lembur tetapi tanpa dibayar.

Tentu kejadian seperti ini sangat buruk dan bisa membuat karyawan yang berkualitas mundur karena merasa potensinya sama sekali tidak dihargai.

Dalam perusahaan sendiri, terdapat berbagai macam divisi atau bagian yang satu sama lainnya saling terkait. Keterkaitan antar bagian perusahaan ini akan membuat kebijakan yang diambil pada satu bagian atau kualitas kinerja pada satu bagian perusahaan berdampak pada bagian lainnya atau malah berdampak pada perusahaan secara keseluruhan. Ini artinya dalam sistem penilaian kinerja, diperlukan pula metode yang selain objektif namun juga terintegrasi dengan baik.

Dengan demikian, sistem KPI yang diterapkan pun harus bisa membaca kebutuhan ini. Jangan sampai standar yang ditetapkan sebagai ideal dari suatu bagian tidak realistis dan malah cenderung menyebabkan kerugian pada divisi yang lainnya.

Meskipun bagian perusahaan tersebut terlihat bermanfaat, namun profit yang didapatkan tidak seberapa bila dibanding dengan resiko mundurnya perusahaan karena kinerja yang tidak sinkron antar bagian-bagiannya.
Salah satu bagian atau divisi yang memegang peranan vital dalam sebuah perusahaan adalah divisi general affairs atau bagian umum.

Divisi ini merupakan salah satu pokok perusahaan karena memiliki peran yang dapat menentukan performa perusahaan terkait secara umum. KPI yang didesain pada bagian ini harus bisa benar-benar mengenali karakter divisi yang memiliki peran sangat penting dan krusial ini sehingga data yang disajikan memang bisa dipercaya.

Berikut ini contoh KPI untuk bagian general affairs yang memperhatikan detil-detil penting sebagai berikut:

CONTOH LENGKAP KPI BAGIAN Umu dan General Affairs BISA DI-DOWNLOAD DISINI…..

1. Langkah pertama dalam penyusunan KPI untuk bagian general affairs adalah mengenali bagian ini terlebih dahulu. Pengetahuan yang diperlukan mencakup apa peranan, potensi masalah, hingga potensi manfaat yang bisa diraih. Dengan cara ini, langkah penyusunan KPI selanjutnya bisa benar-benar tepat sasaran.

2. Tetapkan tujuan yang ingin dicapai. Tujuan ini harus bisa dipahami dengan jelas dan bukan merupakan sebuah konsep yang mengawang-awang. Tujuan ini juga harus bersifat operasional atau bisa dioperasionalkan sehingga hal-hal yang ditargetkan benar-benar definitif dan bisa dipertanggung jawabkan.

3. Salah satu hal penting yang patut diketahui pada bagian general affairs atau bagian umum ini adalah pengetahuan akan indeks kepuasan karyawan.

Suara karyawan harus benar-benar didengar karena merekalah unit kecil yang memiliki fungsi penting. KPI harus bisa menangkap hal-hal seperti kepuasan karyawan atas kualitas sarana dan prasarana kantor seperti komputer dan beberapa fasilitas umum lainnya.

4. Selain masalah kualitas sarana dan prasarana, KPI juga harus memperhatikan permasalahan kebersihan kantor. Penilaian yang bisa dilakukan mencakup kebersihan lantai, tempat duduk, hingga jendela kantor. Penilaian ini harus benar-benar dilakukan secara objektif (bahkan bila perlu minta bantuan pihak luar) sehingga adanya masalah yang timbul bisa diperbaiki.

5. KPI untuk general affairs juga harus bisa menangkap respon masyarakat sekitar perusahaan. Adanya protes maupun gerutu dan pujian harus dikulik sebenar-benarnya. Respon masyarakat yang jujur bisa menjadi asesmen yang sangat baik. Apalagi, perusahaan juga sebaiknya mampu menjalin hubungan baik dengan masyarakat yang bisa jadi merupakan mitra menguntungkan di masa depan.

6. KPI pada bagian ini juga perlu mengetahui permasalahan legal perusahaan termasuk pada aspek hukum berupa tanah bangunan perusahaan. Bila terdapat masalah dan tidak ditangani dengan baik, tentu perusahaan secara keseluruhan dapat menderita kerugian yang jumlahnya belum tentu sedikit.

7. Selain aspek legal bangunan, aspek legal karyawan juga harus benar-benar diperhatikan. Tanpa aspek legal yang dimiliki karyawan tentu sebuah perusahaan berpotensi memiliki masalah yang serius di masa yang akan datang, apalagi bila dikombinasikan dengan permasalahan aspek legal pada bidang lain.

8. Aspek yang tidak kalah pentingnya pada Key Performance Index untuk bagian general affairs adalah level kepuasan manajemen pada performa bagian legal. Cara ini mencakup banyak hal namun seyogyanya bagian legal perusahaan harus bisa menyelamatkan perusahaan dari berbagai masalah yang kadang timbul karena kerancuan.

Poin-poin contoh penyusunan KPI untuk bagian general affairs di atas tentu sebaiknya diimplementasikan dengan sebenar-benarnya. Tanpa hal tersebut, maka KPI hanya akan bermakna sebagai kertas kosong yang tidak ada gunanya dan sebaiknya tidak perlu susah payah dibangun.

Selain membuang-buang waktu, pada akhirnya perusahaan terkait kembali ke sistem penilaian kinerja yang sangat tradisional yang beresiko merugikan perusahaan secara sistematis.

Selain harus benar-benar diimplementasikan, KPI untuk general affairs seyogyanya juga harus bisa menyediakan data yang tepat dan bisa dipercaya. Oleh karena itu, diperlukan ketidakbiasan atau objektivitas yang benar-benar murni, bahkan bila perlu sebuah perusahaan meminta bantuan tim independen. Hanya dengan demikian, maka KPI untuk general affairs yang telah dikembangkan, dapat memiliki manfaat yang nyata dan tidak main-main.

CONTOH LENGKAP KPI BAGIAN Umu dan General Affairs BISA DI-DOWNLOAD DISINI…..

Free Ebook

Dapatkan GRATIS 3 ebook bagus tentang Strategi Pengembangan SDM, Manajemen Karir, dan Success Mindset. GRATIS!!!