Cara Menetapkan Target KPI dengan Terukur dan Akurat

Sebuah unit kerja baik itu sebuah organisasi, perusahaan, ataupun departemen harus memiliki target kerja yang terukur. Terukurnya target kerja akan memenuhi berbagai hal yang perusahaan perlukan dalam mencapai targetnya. Salah satunya adalah persyaratan produk.

Pada setiap target yang direncanakan, setiap proses dalam setiap tingkatannya harus terpenuhi. Pada bagian ini, harus adanya pengukuran pencapaian. Misalnya harus ada perbaikan atau caranya sudah baik dan harus tetap dipertahankan, dan lain-lain.

Untuk membuat target kerja yang terukur, maka dibutuhkan penyusunan yang memiliki level produktivitas yang tinggi. Target kerja harus spesifik, jelas, serta terukur. Proses penyusunan bisa jadi salah satu yang karyawan gunakan sebagai level produktivitasnya.

Tanpa pengukuran target kerja, maka apa yang dikerjakan tidak bisa dikelola dengan baik. Jadi, dalam penyusunannya, setiap karyawan atau pekerja harus dibekali dengan target atau indicator yang terukur tersebut. Ukuran akan menjadi bekal dalam penilaian terhadap suatu tim. Berbagai prinsip juga menyertai penyusunan target yang terukur tersebut, seperti profesionalisme dan scorecarrd.

Prinsip ini tidak boleh dilupakan karena perhitungan bisnis dengan sumber finansial yang besar butuh amunisi atau senjata. Target kerja yang terukur dan akuntable lah yang akan menjadi bagian dari performance scorecard sebagai senjatanya.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Metode SMART, metode ini merupakan metode yang sudah dikenal sejak lama dalam membuat perencanaan target kerja yang terukur dengan prinsip yang dimilikinya. SMART sendiri merupakan kependekan atau singkatan dari kata-kata Specific, Measurable, Acheveable, Relevant, dan Time Bound.

1. Target kerja harus spesifik. Rencana harus dibuat secara rinci dan detail bagaimana gambaran yang ingin diraih sebagai tujuannya. Misalnya untuk target penjualan, rincian jelasnya untuk prosuk apa, wilayah mana, dan ukuran kenaikannya dalam bentuk apa.

Jadi, ketika melakukan penyusunan target kerja tersebut, harus disebutkan apa projeknya serta cakupan kerjanya seperti apa, secara detail.

2. Measurable yaitu memiliki arti terukur, bahwasannya apa yang menjadi target kerja tersebut ada ukurannya. Ukuran bisa dalam bentuk rupiah, volume, persentase, bisa juga angka. Contohnya target meningkatkan pendapatan dalam persen, atau menurunkan angka kecelakaan dalam kerja dengan angka nol.

Metode untuk Measurable sendiri bisa ditentukan dengan metode lain yaitu KPI. Setiap tugas ada indikatornya yang jelas untuk mengukur kinerjanya.

Biasanya, KPI yang digunakan yaitu persentase jumlah tugas yang selesai dalam satu shift sesuai dengan deadlinenya, jumlah dari kesalahan selama melaksanakan tugas, jumlah kecelakaan kerja, jumlah pendapatan, jumlah produksi, dan masih banyak lagi indicator atau KPI lainnya untuk mengukur kinerja tersebut.

3. Pada metode ketiga yaitu Achieveable, penyusunan target pencapaian kerja harus didukung dengan sumber daya yang ada. Target ditetapkan setelah melihat sumber daya yang ada siap melalui tiga jenis data.

Data tersebut antara lain kinerja pada tiga tahun terakhir atau historical performance, kinerja perusahaan atau industry negara lain dengan bidang yang sama atau benchmark data, dan terakhir data dari kondisi ekonomi yang bersifat makro serta pertumbuhan dan prospek bisnis tanah air saat ini.

Ada juga prinsip stretching goals sebagai prinsip menggantungkan target setinggi mungkin sebagai prinsip yang perlu diperhatikan. Jadikan target tersebut sebagai tantangan dan juga bagian atau pelajaran dari penglaman yang sudah dilalui dengan motivasi positif yang diberikannya.

4. Target atau sasaran kerja harus ditetapkan secara relevan. Di sini target akan menjadi tugas pokok yang akan di tanggung oleh karyawan. Dalam hal ini, karyawan dituntut untuk bertanggung jawab terhadap tugas utama pekerjaannya. Jadi, penyusunan yang relevan juga dituntut harus tajam dan menyeluruh. Serta fokus terhadap tugas utama karyawan tersebut.

5. Metode yang terakhir yaitu Time Bound, artinya jelas waktu dari target tersebut. Kapan target harus selesai, baik untuk tiap tahapannya maupun tahap akhirnya. Hal ini pun berlaku bukan untuk target kerja jangka panjang saja seperti yang tahunan, tapi untuk target kerja jangka pendek yang sifatnya pemeliharaan seperti tiap bulannya, harus jelas waktunya.

Metode dengan prinsip penting yang menjadi dasar dalam penyusunan dan penetapan target kerja ini merupakan metode yang lebih besar peluangnya dalam keberhasilan pencapaian target bisnis. Kinerja pegawai terkelola dengan baik dan sistemnya terorganisasi rapi.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan GRATIS 3 ebook bagus tentang Strategi Pengembangan SDM, Manajemen Karir, dan Success Mindset. GRATIS!!!