Cara Menyusun Balanced Scorecard untuk Perusahaan Perbankan

Salah satu jenis industri atau bisnis yang sedang berkembang pesat di Indonesia adalah dunia perbankan. Dunia perbankan sedang naik daun seiring dengan mulai meningkatnya pertumbuhan dan taraf ekonomi masyarakat. Saat ini ada banyak sekali perusahaan perbankan yang berkembang pesat di Indonesia mulai dari tingkatan koperasi simpan pinjam, BPR, hingga bank multinasional.

Dunia perbankan yang berkembang sangat pesat menyebabkan persaingan di industri ini menjadi semakin ketat.

Persaingan yang semakin ketat memaksa pelaku industri untuk mencari cara agar bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya dan melakukan berbagai inovasi agar perusahaan mereka bisa bertahan di tengah persaingan atau bahkan menjadi yang terdepan di dunia perbankan.

Salah satu jenis inovasi atau pengembangan yang bisa dilakukan oleh perusahaan perbankan adalah dengan menjalankan metode balanced scorecard. balanced scorecard atau yang biasa disingkat dengan BSC ini merupakan sebuah metode yang bisa membantu mengukur keseimbangan dan pertumbuhan perusahaan dalam berbagai aspek.

Selama ini sebagian besar perusahaan di Indonesia hanya menjalankan penilaian kinerja dan evaluasi keseimbangan berdasarkan aspek finansial semata.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Jika perusahaan bisa mendapatkan profit seperti yang telah ditargetkan atau bahkan lebih, maka perusahaan akan menganggap bahwa mereka sudah sukses. Padahal penilaian kinerja yang berdasarkan pada finansial semata tidak mencerminkan kondisi strategi perusahaan secara menyeluruh.

Metode balanced scorecard akan membantu menilai kinerja sebuah perusahaan tidak hanya dari segi finansial semata namun juga dari berbagai segi seperti pelanggan, proses bisnis internal perusahaan, dan proses pembelajaran serta pertumbuhan.

Untuk merancang balanced scorecard bagi perusahaan perbankan ada beberapa langkah yang harus dilakukan. Berikut ini adalah contoh penyusunan rancangan balanced scorecard bagi perusahaan perbankan:

1. Menyusun sebuah gambaran mengenai perusahaan. Tahap pertama adalah membuat definisi mengenai bisnis atau industri yang digeluti oleh perusahaan. Definisi ini meliputi gambaran perusahaan secara menyeluruh termasuk diantaranya adalah visi, misi, dan strategi perusahaan.

Dalam tahapan ini berbagai informasi berharga yang berhubungan dengan perusahaan akan dikumpulkan dan digunakan kelak sebagai acuan data dalam menyusun balanced scorecard.

2. Setelah menyusun gambaran umum mengenai perusahaan, langkah yang selanjutnya adalah menyusun sebuah definisi mengenai kondisi umum perekonomian di Indonesia. Kondisi perekonomian berarti membuat sebuah analisis mengenai pertumbuhan ekonomi, potensi ekonomi di Indonesia, serta membuat analisis mengenai keadaan ekonomi di Indonesia saat ini.

Setelah merumuskan kondisi perekonomian Indonesia secara umum, kita harus menyusun sebuah definisi mengenai kondisi industri perbankan di Indonesia. Definisi ini meliputi potensi industri perbankan di Indonesia, perkembangan industri perbankan, peran pemerintah dalam mendukung industri perbankan, respon masyarakat mengenai bank – bank di Indonesia, dan lain sebagainya.

3. Setelah mengetahui kondisi umum perekonomian serta kondisi industri perbankan di Indonesia. Kini saatnya untuk menyusun sebuah laporan mengenai kondisi perusahaan secara menyeluruh. Laporan mengenai kondisi perusahaan ini meliputi beberapa aspek seperti diantaranya adalah finansial, sumber daya manusia, proses bisnis, dan lain sebagainya. Mengetahui kondisi perusahaan sendiri sangat penting dalam penyusunan sebuah balanced scorecard.

4. Dalam penyusunan laporan kondisi umum perusahaan dicatat juga mengenai tolok ukur yang dipakai oleh perusahaan tersebut saat ini.

Tolok ukur kinerja yang digunakan saat ini sangat penting untuk diketahui sebagai bahan evaluasi a