Contoh KPI untuk Perusahaan Manufakturing atau Pabrik

Setiap perusahaan membutuhkan Key Performance Indicators (KPI) untuk menilai performa kinerjanya. KPI merupakan alat ukur serta evaluasi dimana rincian serta penerapanannya berbeda dari satu perusahaan dengan perusahaan yang lain. Misalnya saja KPI untuk perusahaan manufaktur, yang tentunya sangat berbeda dengan jenis perusahaan lain seperti jasa dan dagang.

Perusahaan manufaktur merupakan jenis perusahaan yang proses operasionalnya fokus pada pengolahan bahan mentah atau barang setengah jadi menjadi barang jadi.

Hasil output yang dijual berupa barang setengah jadi atau barang jadi.

Disebut juga perusahaan industri, jenis perusahaan ini memiliki ciri-ciri sebagai berikut:

1. Kegiatan utama mengelola bahan mentah menjadi barang jadi
2. Pendapatan diperoleh dari hasil penjualan barang produksi

3. Terdapat perhitungan harga pokok yang mencakup biaya produksi
4. Terdapat penetapan harga pokok penjualan yang menentukan besar keuntungan atau kerugian yang dapat ditanggung perusahaan.

5. Memiliki kebutuhan biaya produksi yang merupakan nilai investasi yang dikeluarkan selama proses bahan mentah hingga menjadi barang jadi.
6. Memiliki kebutuhan biaya operasional yang merupakan nilai investasi yang dikeluarkan selama proses produksi dan penjualan.

Apapun jenis perusahaannya, indikator kinerja utama menjadi salah satu instrumen penting dalam pengukuran performa suatu organisasi. Dalam penentuan poin-poinnya, susunan KPI haruslah mengikuti kaedah SMART (scientific, measurable, achievable, realible dan time bound).

Pada perusahaan manufaktur sendiri, menurut Wibisono (1999), pengukuran kinerja pada level manajemen operasi dapat dibagi menjadi tiga jenis, yaitu pengukuran kinerja taktis (competitive priorities), pengukuran kinerja operasional (manufacturing task) dan pengukuran kinerja strategis (resource availability).

Dalam perusahaan industri atau manufaktur, ada 6 aspek yang biasanya menjadi lingkup penerapan Key Performance Indicators, yaitu:

Safety – keamanan dan keselamatan kerja

CONTOH LENGKAP KPI BAGIAN PRODUKSI ATAU PABRIK BISA DI-DOWNLOAD DISINI…..

Semua orang yang terlibat dalam proses industri di area perusahaan wajib memprioritaskan keamanan dan keselamatan kerja sebelum kualitas. Bukan hanya mereka, siapa saja yang memasuki area tersebut juga harus memperhatikan hal yang sama termasuk tamu yang biasanya merupakan pemasok dan pelanggan. Dengan begitu, kehilangan dan kerugian karena kecelakaan kerja, gangguan terhadap tamu, kelalaian serta ketidak-disiplinan dapat dihindari.

Quality – kualitas bahan
Merupakan refleksi dari hasil proses produksi yang berkaitan erat dengan pemasok dan pelanggan dimana bahan yang digunakan harus memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

Delivery – pengiriman
Merupakan refleksi dari keberhasilan pengiriman produk dengan melakukan evaluasi terhadap kesesuaian dari jumlah dan ketetapan waktu pengiriman yang diinginkan oleh pelanggan, dimana pengiriman dilakukan tepat waktu.

Operational Performance – kinerja operasional
Indikator-indikator yang mencerminkan seberapa suksesnya proses produksi atau operasional yang telah dilakukan, termasuk hal pembiayaan yang efisien.

Moral
Merupakan refleksi dari efektivitas dan aktivitas dalam menjalin hubungan emosional dan industrial yang dilakukan oleh bagian HR terhadap para pekerja.

Lingkungan
Merupakan refleksi kepedulian suatu unit usaha akibat dari dampak negatif usahanya terhadap lingkungan sekitar khususnya dan lingkungan nasional pada umumnya.

Dari beberapa aspek di atas, penentuan KPI bisa seperti berikut ini:

1. Jumlah kejadian kecelakaan kerja
2. Jumlah hari yang tidak produktif terkait dengan terjadinya suatu kecelakaan kerja
3. Jumlah kejadian dan nilai bersih produk retur yang diterima sebagai pengembalian dari pelanggan
4. Jumlah kejadian dan ratio produk re-work

5. Jumlah kejadian dan nilai cacat kualitas dari material yang diterima dari pemasok
6. Rasio pengiriman produk atau penerimaan produk tepat waktu

7. Jumlah kejadian dan nilai order pelanggan yang tidak dapat dipenuhi
8. Lama waktu produksi
9. Efisiensi total peralatan
10. Rasio jumlah material berlebih

11. Rasio jumlah material yang kadaluwarsa
12. Rasio pertukaran keluar-masuk pekerja – Employee turn over and talent management
13. Angka rata-rata absen pekerja
14. Jumlah keluhan penduduk sekitar mengenai lingkungan unit usaha
15. Jumlah kejadian ketidak-sesuaian nilai hasil pengukuran parameter kritis pemantauan lingkungan terhadap standar pemantauan parameter lingkungan yang berlaku.

CONTOH LENGKAP KPI BAGIAN PRODUKSI ATAU PABRIK BISA DI-DOWNLOAD DISINI…..

Key Performance Indicators tidak hanya digunakan sebagai acuan oleh pihak manajemen untuk menilai dan mengevaluasi kinerja seluruh bagian perusahaan, tetapi juga diperkenalkan pada individu atau unit kerja terkait.

Dalam penentuannya juga harus ada kesepakatan semua pihak agar benar-benar membawa manfaat saat diimplementasikan.

Free Ebook

Dapatkan GRATIS 3 ebook bagus tentang Strategi Pengembangan SDM, Manajemen Karir, dan Success Mindset. GRATIS!!!