Contoh Target Kinerja untuk Developer dan Perusahaan Properti

KPI atau Key Performance Indicators adalah sebuah matrik yang digunakan untuk mengukur performa kinerja dari suatu organisasi atau perusahaan yang merefleksikan tingkat kesuksesan dalam meraih target yang terukur. KPI dapat digunakan untuk berbagai hal. Namun, biasanya digunakan untuk menilai keadaan suatu perusahaan sehingga bisa diambil langkah-langkah selanjutnya.

KPI tidaklah sama untuk organisasi atau perusahaan yang berbeda karena adanya perbedaan dalam sistem, nilai, dan juga target sehingga indikator yang digunakan pun berbeda. Dua perusahaan yang bergerak di bidang sama bisa saja memiliki KPI yang berbeda, karena adanya perbedaan sistem dan target dari kedua perusahaan. Bahkan di dalam perusahaan sendiri, bisa dibuat KPI sesuai dengan unit atau bidang pekerjaan. Sebagai contoh adalah KPI SDM, marketing, dan finance.

Oleh karena itu, dalam membuat KPI, perusahaan tidak bisa mencontek KPI dari perusahaan lain secara utuh. Harus ada penyesuaian dengan kebutuhan dan data yang dimiliki perusahaan. Dengan begitu akan didapatkan manfaat optimal dari KPI yang dibuat.

Untuk perusahaan yang bergerak dalam bidang properti, indikator-indikator yang digunakan dalam KPI tentunya berhubungan dengan usaha properti seperti persentase proyek pembangunan yang selesai tepat waktu, rasio penjualan, biaya pembangunan, dll. KPI dalam bidang usaha properti pun bisa berbeda-beda antara satu perusahaan dengan perusahaan lainnya. KPI untuk developer perumahan bisa berbeda dengan developer apartemen. Developer yang hanya membangun dan menjual tentunya berbeda dengan developer yang membangun, menjual, dan menyewakan.

Berikut ini adalah contoh KPI untuk developer dan perusahaan properti dalam bidang perumahan yang usahanya adalah pembangunan dan penjualan unit rumah. Yang dicontohkan adalah indikator-indikator yang digunakan dalam KPI global perusahaan tersebut. Dalam penggunaannya secara real dalam perusahaan, indikator-indikatornya bisa kurang atau lebih.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Keuntungan perusahaan
Indikator ini mungkin merupakan indikator paling utama yang digunakan oleh semua perusahaan komersial. Tentunya, meraih keuntungan dengan target tertentu adalah tujuan dari perusahaan komersial. Dalam penggunaannya, ada yang mempergunakan keuntungan sebelum pajak dan setelah pajak.

Persentase proyek pembangunan yang diselesaikan tepat waktu.
Indikator ini sangat penting untuk developer karena proyek yang tidak selesai tepat pada waktunya bisa mengakibatkan kerugian pada perusahaan. Targetnya tentunya adalah 100%. Angka yang kurang dari itu dapat menunjukkan kinerja yang tidak maksimal.

Rata-rata biaya pembangunan per unit
Biaya pembangunan sangat berpengaruh pada nilai keuntungan yang didapatkan. Indikator ini bisa digunakan untuk melihat kemampuan perusahaan dalam menekan biaya serendah mungkin.

Persentase pertumbuhan proyek
Setelah satu proyek, akan ada proyek lainnya. Sebuah developer biasanya akan membuat target berapa proyek yang akan mereka kerjakan dalam satu tahun. Di tahun berikutnya, jumlah proyek yang diharapkan tentu lebih besar.

Penjualan unit rumah
Indikator inilah yang sangat mempengaruhi jumlah keuntungan yang didapatkan perusahaan properti. Indikator ini tidak hanya menunjukkan kinerja tim pemasaran, tetapi keseluruhan tim yang bekerja karena penentuan lokasi, penentuan desain, dan pengerjaan proyek saling mempengaruhi penjualan. Namun, berbeda dengan usaha makanan atau pakaian yang penjualannya dilakukan dalam waktu singkat, target penjualan properti biasanya ditetapkan untuk waktu yang lebih lama.

Persentase pertumbuhan penjualan unit rumah
Tidak ada perusahaan yang mau kondisinya stagnan dari tahun ke tahun. Tentunya ada target perkembangan perusahaan yang salah satu indikatornya adalah pertumbuhan penjualan. Penetapan target tentunya harus tetap logis.

Jumlah kerusakan atau cacat pada unit
Indikator ini menunjukkan kemampuan tim proyek untuk bekerja sebaik mungkin tanpa menimbulkan kerugian pada perusahaan. Semakin kecil angkanya, semakin baik kinerjanya. Kerusakan yang diakibatkan oleh faktor diluar kemampuan manusia (force majeur) biasanya dipisahkan.

Jumlah komplain pembeli
Kepuasan pelanggan akan sangat berpengaruh pada masa depan perusahaan, terutama dalam bidang properti yang merupakan kebutuhan pokok manusia dan harganya tidak murah. Indikator ini menunjukkan kemampuan perusahaan dalam memuaskan pelanggan sehingga meningkatkan nama baik perusahaan yang selanjutnya membantu peningkatan keuntungan.

Keuntungan pemilik saham
Untuk developer dan perusahaan properti yang dimiliki oleh beberapa orang, keuntungan yang bisa didapatkan oleh pemilik saham bisa mengindikasikan keberhasilan perusahaan. Untuk perusahaan terbuka, indikator ini tentunya sangat penting karena berhubungan dengan usaha mempertahankan investor.
Untuk perusahaan properti yang tidak hanya membangun dan menjual, tetapi juga menyewakan properti, seperti beberapa developer apartemen, indikator-indikator yang digunakan akan lebih banyak lagi.

Tentunya hal tersebut disebabkan oleh adanya kegiatan penyewaan dalam perusahaan tersebut. Beberapa indikator yang ditambahkan contohnya adalah persentase keuntungan sewa dibanding harga rumah (rent yield), pengembalian modal, persentase rental yang kosong, biaya perawatan, dan persentase pertumbuhan nilai sewa.

Dalam membuat KPI, harus ada target yang ditetapkan. Target tersebut harus bisa diukur dengan jelas. Sebagai contoh, persentase pertumbuhan penjualan rumah harus jelas apakah dalam unit atau dalam bentuk nilai uang. Jika hanya dituliskan pertumbuhan penjualan rumah, bahkan seratus rupiah lebih tinggi dari tahun kemarin bisa dinyatakan on target.

Dalam membuat KPI, indikator-indikator yang digunakan, target, dan kinerja sebaiknya tidak hanya muncul dalam bentuk matrik dan angka saja, tetapi ada baiknya jika masing-masing item dijelaskan. Penjelasannya cukup singkat saja asalkan mudah dimengerti. Dengan begitu akan lebih mudah bagi pembacanya untuk memahami KPI tersebut.

Agar lebih menarik perhatian dan juga lebih mudah dimengerti, matrik sebaiknya dibuat berwarna dengan warna yang beda untuk nilai yang berbeda. Layout juga harus diperhatikan, terutama dalam penempatan indikator yang menjadi prioritas. Bagian teratas adalah bagian yang paling penting, dilanjutkan indikator-indikator pendukung.