Pengukuran Kinerja di Perusahaan Perkebunan dengan Menggunakan BSC atau Balanced Scorecard

Perusahaan perkebunan mungkin merupakan salah satu jenis perusahaan yang cukup umum dijumpai di Indonesia. Tanah Indonesia yang subur menjadikan perkebunan dapat berkembang dengan baik serta menghasilkan produk perkebunan dengan kualitas tinggi.

Bila Anda memiliki perusahaan perkebunan, ada berbagai aspek yang perlu Anda perhatikan sehingga Anda dapat menjalankan perusahaan Anda secara lebih efektif dan efisien.

Mempertahankan atau bahkan meningkatkan performa perusahaan Anda menuntut Anda untuk memperhatikan aspek-aspek penting seperti kualitas produk, kinerja karyawan, hingga efisiensi biaya produksi.

Ada banyak metode yang bisa Anda gunakan untuk mengukur kinerja perusahaan Anda sehingga Anda dapat memonitor performa perusahaan Anda secara lebih optimal. Salah satu metode pengukuran kinerja di perusahaan yang cukup populer akhir-akhir ini adalah dengan menggunakan BSC atau Balanced Scorecard.

Pada dasarnya, Balanced Scorecard atau BSC adalah metode strategi dalam manajemen performa yang memungkinkan pemilik perusahaan untuk mengatur dan mengukur penerapan strategi bisnis di perusahaan yang mereka miliki.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Konsep ini awalnya diperkenalkan pada tahun 1992 dan sejak saat itu menjadi salah satu ide bisnis yang paling berpengaruh dalam 75 tahun terakhir. BSC dirancang untuk membantu perusahaan memonitor performa serta mengatur eksekusi strategi bisnis. Konsep ini telah digunakan di berbagai perusahaan yang bergerak di berbagai bidang seperti keuangan, layanan konsumen, proses intern, bahkan hingga studi dan pertumbuhan.

Ada empat perspektif utama yang digunakan dalam BSC. Keempat perspektif ini antara lain adalah:

Perspektif keuangan. Meliputi tujuan keuangan dalam suatu perusahaan dan memungkinkan manajer untuk melacak pencapaian keuangan serta nilai saham.

Perspektif konsumen. Meliputi tujuan konsumen seperti kepuasan konsumen, target penjualan di pasar, serta karakteristik produk dan layanan.

Perspektif proses internal. Meliputi tujuan operasional internal dan memfokuskan pada proses utama yang diperlukan untuk mencapai tujuan konsumen.

Perspektif studi dan pertumbuhan. Meliputi elemen penting dalam pencapaian di masa depan seperti SDM, aset perusahaan, dan aset informasi, termasuk keahlian, pelatihan, perilaku berorganisasi, kepemimpinan, sistem, dan basis data.

Saat ini, sebagian besar perusahaan berskala besar telah menggunakan pendekatan dengan metode BSC. Konsep ini telah digunakan di lebih dari 50% perusahaan besar di Amerika. Riset terbaru menyatakan bahwa BSC adalah satu dari sepuluh strategi manajemen yang digunakan secara luas di seluruh dunia. BSC terutama digunakan di Amerika, Inggris, dan Eropa Utara. Selain itu, pertumbuhan penggunaan BSC juga menunjukkan peningkatan di Amerika Selatan, Asia, dan Timur Tengah.

Riset menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan BSC memiliki kemampuan untuk meningkatkan performa organisasi tanpa menggunakan pendekatan formal pada manajemen strategi performa.

Keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan yang menggunakan BSC antara lain adalah:

Strategi perencanaan yang lebih baik. BSC menyediakan rangka kerja yang kuat untuk strategi pembangunan dan komunikasi. Model bisnis divisualisasikan dalam peta strategi yang menuntut manajer untuk memikirkan tentang hubungan sebab akibat. Proses penciptaan peta strategi memungkinkan tercapainya suatu konsensus dari berbagai tujuan strategi yang saling berhubungan. Hal ini berarti bahwa hasil performa serta faktor penentu performa masa depan diidentifikasi untuk menciptakan gambaran menyeluruh tentang strategi perusahaan.

Meningkatkan strategi komunikasi dan eksekusi. Pemetaan strategi dengan semua tujuan yang saling berhubungan dalam suatu kesatuan memungkinkan perusahaan untuk mengkomunikasikan strategi secara mudah dalam tingkat internal dan eksternal. Konsep ini dapat membantu pemahaman terhadap strategi dan membantu staff dan pemegang saham untuk lebih memahami strategi perusahaan.

Informasi manajemen yang lebih baik. BSC menuntut perusahaan untuk merancang indikator kunci performa untuk berbagai jenis strategi bisnis. Hal ini memungkinkan perusahaan untuk mengukur aspek yang benar-benar penting. Riset menunjukkan bahwa perusahaan yang menggunakan BSC cenderung untuk memiliki informasi manajemen dengan kualitas yang lebih bagus serta mampu meraih peningkatan keuntungan melalui cara ini.

Meningkatkan laporan performa. Perusahaan yang menggunakan BSC cenderung menghasilkan laporan performa yang lebih baik dibandingkan perusahaan yang tidak menggunakan konsep ini dalam manajemen performa.

Pengaturan strategi yang lebih baik. Perusahaan dengan BSC mampu mengatur organisasi dengan menggunakan tujuan strategi bisnis. Untuk mengeksekusi rencana dengan baik, perusahaan harus memastikan bahwa unit bisnis dan pendukung mampu bekerja untuk mencapai tujuan yang sama.

Pengaturan organisasi yang lebih baik. BSC yang diterapkan dengan baik juga mampu membantu proses pengaturan organisasi seperti penyusunan anggaran, manajemen resiko, dan analisis dengan menggunakan prioritas strategi.

Hal-hal di atas merupakan keuntungan yang bisa didapatkan oleh perusahaan bila menggunakan konsep BSC. Meski demikian, keuntungan tersebut akan sulit didapatkan bila penerapan BSC tidak optimal atau terlalu banyak mengambil jalan pintas pada saat menerapkan konsep ini

Ada berbagai tolak ukur kinerja yang bisa digunakan dalam BSC berdasarkan masing-masing perspektif yang disebutkan di atas.

Adapun tolak ukur untuk masing-masing perspektif antara lain adalah:
Tolak ukur perspektif keuangan antara lain berupa pertumbuhan pendapatan, return of investment (ROI), dan net profit margin atau laba bersih setelah dipotong pajak.

Tolak ukur perspektif pelanggan antara lain berupa jumlah pelanggan perusahaan, rata-rata laba yang dihasilkan per pelanggan, serta beban operasional per pelanggan.

Tolak ukur perspektif proses bisnis internal antara lain berupa terpenuhinya sertifikat internasional, margin laba operasional, rasio beban operasi terhadap pendapatan, serta jumlah kunjungan bisnis ke pelanggan.

Tolak ukur perspektif pembelajaran dan pertumbuhan antara lain berupa jumlah karyawan yang mengikuti program pelatihan dan pengembangan, rasio beban pelatihan dan pengembangan karyawan terhadap laba operasi, kepuasan karyawan, tingkat perputaran karyawan, serta produktivitas karyawan.
Setelah mengetahui tolak ukur untuk setiap perspektif, Anda bisa membuat rangka kerja BSC yang biasanya ditampilkan dalam bentuk diagram alir.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan GRATIS 3 ebook bagus tentang Strategi Pengembangan SDM, Manajemen Karir, dan Success Mindset. GRATIS!!!