Peran Visi dan Misi dalam Penyusunan KPI untuk Bisnis Kontraktor

Dalam setiap perusahaan kontraktor yang berhubungan dengan jasa kontruksi bangunan baik dalam skala besar maupun kecil setiap pemborong atau pengembang pasti memiliki sebuah visi misi yang akan menjadi landasan atau tujuan kemana akan dibawa perusahaan tersebut selama berdiri sejak awal hingga suatu saat nanti diharapkan bisa menjadi perusahaan kontraktor yang dapat berkembang pesat dan semakin jaya.

Jaya atau tidaknya sebuah perusahaan kontraktor bisa dilihat dari berapa banyak klien yang percaya untuk menggunakan jasa nya dalam setiap proyek-proyek bangunan baik yang di adakan oleh pemerintah maupun oleh swasta dan perorangan.

Hal ini seperti yang bisa kita lihat para beberapa perusahaan kontraktor di Indonesia yang telah memiliki nama cukup besar dan tenar yang karena telah melalui serangkaian proses seleksi alam yang memang pada akhirnya dapat membuktikan akan sebuah kualitas yang bisa terlihat langsung pada hasil akhir bangunan yang telah selesai.

Visi misi selain untuk mengingatkan tujuan kemana arah perusahaan kontraktor itu, juga sangat berguna sebagai pedoman dalam proses pembuatan dan penyusunan key performance indicators yang nantinya akan dipakai dan langsung diturunkan ke setiap bagian yang ada pada perusahaan tersebut sehingga kinerja setiap karyawan yang ada di bawah bendera perusahaan kontraktor itu bisa berjalan sesuai dengan yang diharapkan.

Penyusunan key performance indicators ini terkadang seperti terlihat sebagai suatu hal yang sepele namun nyatanya ini adalah hal yang sangat penting dan cukup kruisial karena melalui hasil penilaian dari key performance indicators setiap karyawan yang biasanya diadakan setiap per satu bulan, tiga bulan, enam bulan dan tahunan akan bisa memunculkan hasil akhir yang nantinya bisa menjadi kesimpulan.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Dalam penyusunan key performance indicators, semua aspek haruslah dimasukkan sampai ke hal-hal yang mendasar seperti tingkat intergritas karyawan, kejujuran karyawan, tingkat kepedulian karyawan terhadap keluarganya dan sesama rekan kerja, kedisiplinan waktu kerja, rasa semangat,dll sehingga jika ada hal negatif yang ternyata terlihat di dalam sana, karyawan yang bersangkutan bisa langsung di bina dan harapannya hasil penilaian dari KPI yang selanjutnya di waktu ke depan akan bisa lebih baik.

Berikut beberapa contoh point yang bisa menjadi bahan dalam penyusunan key performance indicators untuk perusahaan kontraktor yang bisa digunakan:

1. % produk yang bisa dipenuhi oleh perusahaan
2. etika karyawan di lingkup area pekerjaan ( kantor ) dan di area lapangan terhadap atasan, bawahan, dan sesama rekan sejawat
3. jumlah angka klien yang menggunakan jasa perusahaan
4. % kenaikkan jumlah klien
5. % complain dari klien atas service
6. % complain klien atas hasil akhir pekerjaan
7. % kepuasan klien atas hasil akhir pekerjaan
8. jumlah angka orderan
9. kenaikan jumlah supplier bahan baku
10. jumlah angka orderan yang bisa terpenuhi
11. % angka order yang tak bisa dipenuhi
12. % kenaikan jumlah profit per tahun
13. % kenaikan angka pendapatan per bulan
14. jumlah karyawan masuk & keluar
15. jumlah kegagalan proses pekerjaan
16. jumlah kecelakaan kerja
17. % karyawan fraud
18. % karyawan mengambil asset perusahaan
19. dll

Nah, dari beberapa contoh point diatas kemudian bisa di perinci kembali dan juga dikembangkan kembali menjadi point yang akan disesuaikan dalam setiap bagian dan bidang kerja yang ada di perusahaan kontraktor itu sendiri misalkan bagian operasional, bagian lapangan, bagian keuangan, bagian ketenaga kerjaan dan lainnya karena masing-masing bagian bidang kerja juga memiliki target masing-masing yang berbeda antara satu dan yang lainnya yang harus di capai dengan target berupa angka atau score tertentu.

Karena itu nantinya akan ada banyak key performance indicators turunan yang akan langsung diberikan ke setiap kepala bagian setiap bidang pekerjaan yang akan digunakan untuk menilai setiap karyawan yang berada di bawahnya langsung. Hal lainnya yang juga bisa dimasukkan ke dalam point dalam penyusunan key performance indicators untuk perusahaan kontraktor antara lain :

a. Excellent product & service
b. Intergritas karyawan
c. Etika bisnis
d. Pemegang kunci kebijakan
e. Sistem pengaplikasian di lapangan
f. Strategi pemasaran
g. Manajemen keselamatan di lapangan
h. Manajemen pekerjaan
i. Laba perusahaan

Jika perusahaan kontraktor sudah merambah ke dalam skala yang lebih besar dan luas seperti skala internasional maka tentu saja tingkat key performance indicators yang akan di susun juga harus di sesuaikan dengan luas nya jangkauan perusahaan karena semakin besar perusahaan pasti akan selalu diikuti dengan target yang bertambah besar dan permasalahan serta kesulitan yang juga pasti akan bertambah besar.

Penyusunan pembuatan key performance indicators sendiri memakan waktu yang tidak sebentar apalagi yang harus dituangkan di dalam nya juga cukup detail dan harus spesifik.

Pembuatan ini juga harus disesuaikan dengan bidang dan tanggung jawab pekerjaan setiap karyawan dan untuk yang bagian pekerja lapangan berarti pembuat key performance indicators atau KPI harus survey dan benar-benar mengamati apa saja yang terjadi selama proses pengerjaan proyek di lapangan tersebut. Tanpa survey yang benar maka hasil dari key performance indicators yang telah di susun juga tidak valid.

Penyusunan ini harus secara subjective dan transparant. Sehingga harapannya adalah mampu memberikan hasil yang ingin dicapai oleh perusahaan kontraktor yang juga harus sejalan dan sesuai dengan visi misi perusahaan itu sendiri.

Gratis. Katalog KPI (Key Performance Indicators) Lengkap untuk Semua Fungsi dalam Perusahaan. Download Sekarang.

Free Ebook

Dapatkan GRATIS 3 ebook bagus tentang Strategi Pengembangan SDM, Manajemen Karir, dan Success Mindset. GRATIS!!!