Apa itu Pengertian tentang Balanced Scorecard – BSC

Balanced Scorecard pada awalnya memang diciptakan khusus untuk mengatasi berbagai masalah tentang kemungkinan adanya kelemahan sistem pengukuran kinerja eksekutif yang kebanyakan hanya berfokus pada perspektif keuangan.

Selain itu, Balanced Scorecard juga dikhususkan untuk mengatasi kinerja eksekutif yang biasanya akan cenderung mengabaikan perspektif non keuangan. Tentu saja, kehadiran Balanced Scorecard ini sangat penting untuk membuat sebuah perusahaan dapat berkembang sesuai dengan tujuan wadah didirikannya.

Dalam kajiannya, menurut Kaplan dan Norton, dapat disimpulkan kalau hasil studinya tersebut untuk bertujuan untuk mengukur kinerja eksekutif di masa depan yang memang membutuhkan ukuran komprehensif yang didalamnya mencakup empat perspektif utama, yakni perspektif keuangan, perspektif pelanggan atau konsumen, perspektif proses internal bisnis, perspektif pembelajaran dan juga perspektif pertumbuhan.

Balanced Scorecard sendiri terdiri dari dua kata yang berbeda, yakni balanced dan scorecard, dimana scorecard sendiri diartikan sebagai kartu skor.

Artinya adalah, scorecard atau sebuah kartu skor yang akan digunakan secara khusus untuk merencanakan skor yang akan diwujudkan di masa depan, sedangkan untuk balanced artinya berimbang atau keseimbangan, hal ini bermaksud untuk mengukur kinerja seseorang yang diukur secara berimbang dari dua perspektif utama, yakni perspektif keuangan dan juga perspektif non keuangan dalam jangka pendek maupun dalam jangka panjang dan dalam perhitungan intern dan maupun ekstern atau dari luar.

Sebuah balanced scorecard yang baik akan terlihat kalau dia memenuhi beberapa kriteria utama yang digariskan sebagai tolak ukur secara menyeluruh, yakni.

Secara pasti harus mampu mendefinisikan tujuan strategi jangka panjang dari masing-masing perspektif atau dalam hal ini disebut outcomes serta adanya mekanisme untuk mencapai tujuan yang ditargetkan tersebut atau performance driver.

Secara umum, setiap ukuran kinerja ini haruslah merupakan elemen utama dalam suatu hubungan sebab akibat yang tidak pernah terlepas antara satu dengan lainnya, atau lazim disebut cause and effect relationship.

Balanced scorecard yang baik harus mampu terkait dengan keuangan, hal ini berarti harus ada strategi perbaikan yang nyata, misalnya pertimbangan peningkatan kualitas dengan mengacu kepada tujuan utama, sebisa mungkin harus mampu memenuhi kepuasan pelanggan atau harus terus menerus mencari inovasi, dimana inovasi ini harus berdampak pada peningkatan pendapatan perusahaan secara keseluruhan.

Dalam prakteknya, Balanced Scorecard ini akan meliputi beberapa langkah yang secara umum akan digariskan dalam empat proses manajemen baru.

Proses pendekatan ini sendiri akan mengkombinasikan antara tujuan strategi jangka panjang dengan adanya peristiwa yang terjadi dalam jangka pendek atau peristiwa terbaru. Keempat proses tersebut menurut Kaplan dan Norton meliputi beberapa hal dibawah ini.

1. Menterjemahkan visi, misi serta strategi perusahaan. Dalam pelaksanaannya, untuk menentukan ukuran kinerja, yang pertama harus dilakukan adalah visi organisasi ini haruslah dijabarkan dalam tujuan dan sasaran yang spesifik. Visi sendiri merupakan sebuah gambaran dari kondisi yang kedepannya akan diwujudkan oleh perusahaan sebagai tujuan yang harus dicapai di masa yang akan datang.

Selain itu, sebuah tujuan juga harus menjadi salah satu landasan utama bagi adanya perumusan strategi untuk mewujudkan semua tujuan tersebut. Dalam proses perencanaan strategik di sebuah perusahaan, tujuan ini sendiri kemudian akan dijabarkan dalam sebuah sasaran strategik, lengkap dengan ukuran pencapaian yang harus diraih.

1. Mengkomunikasikan serta mengaitkan dengan berbagai tujuan serta ukuran strategis balanced scorecard tersebut.

Hal ini dapat dilakukan dengan cara memperlihatkan kepada setiap karyawan apa yang seharusnya dilakukan oleh perusahaan untuk mencapai apa yang menjadi tujuan atau keinginan para pemegang saham dan juga konsumen. Cara ini sendiri bertujuan untuk mencapai kinerja karyawan yang lebih baik lagi yang berorientasi kepada hasil yang maksimal, baik itu dari kualitas maupun kuantitas.

2. Merencanakan dan menetapkan sasaran serta menyelaraskan berbagai inisiatif rencana bisnis yang memungkinkan organisasi untuk mengintegrasikan antara rencana bisnis dan juga rencana keuangan mereka secara seimbang dan diwujudkan dalam upaya yang nyata. Balanced scorecard inilah yang berfungsi sebagai dasar untuk mengalokasikan sumber daya yang dimiliki dan mengatur mana yang lebih penting atau yang harus diprioritaskan terlebih dahulu, hal ini secara khusus akan menggerakkan kearah tujuan jangka panjang perusahaan secara umum.

3. Harus mampu meningkatkan umpan balik dan pembelajaran strategis. Dalam pelaksanaannya, proses keempat ini nantinya akan memberikan strategis learning kepada pihak perusahaan. Dengan adanya balanced scorecard sebagai pusat sistem perusahaan, sudah dapat dipastikan kalau perusahaan kedepannya akan melakukan monitoring terhadap apa yang telah dihasilkan perusahaan dalam jangka pendek demi terciptanya tujuan jangka panjang yang lebih menyeluruh.

Balanced scorecard sendiri akan memungkinkan sebuah perusahaan untuk menyesuaikan proses manajemen serta seluruh organisasi yang berfokus pada pelaksanaan strategi jangka panjang yang lebih terencana dengan baik. Pada National Insurance, kartu skor akan menyediakan CEO dan manajernya dengan kerangka kerja yang lebih terpusat, selain itu mereka juga akan mampu merancang ulang setiap bagian dari sistem manajemen perusahaan supaya mampu berjalan dengan maksimal.

Hal inilah yang menyebabkan hubungan sebab akibat yang melekat dalam scorecard ini benar-benar dibutuhkan. Selain itu, adanya perubahan dalam satu komponen sistem yang diperkuat juga dengan perubahan terhadap sistem sebelumnya yang dibuat di tempat lain.

Maka dari itu, setiap perubahan yang dilakukan selama periode 30 bulan ini akan ditambah dengan momentum yang tujuan akhirnya membuat sebuah organisasi atau perusahaan bergerak maju dalam arah yang telah disepakati dan merupakan tujuan awal dari didirikannya perusahaan atau organisasi ini.

Slide1

Slide1