Cara Membuat KPI untuk Bidang Humas atau KPI Public Relation

Memiliki perusahaan sendiri mungkin merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam kehidupan Anda. Sebagai pemilik perusahaan, ada berbagai hal yang perlu Anda perhatikan sehingga perusahaan yang Anda miliki dapat berjalan serta beroperasi secara lebih maksimal. Salah satu hal yang penting Anda perhatikan dalam menjalankan perusahaan adalah performa perusahaan yang Anda miliki. Performa perusahaan atau performa bisnis harus selalu Anda pertahankan atau bahkan ditingkatkan.

Secara umum, ada berbagai cara yang bisa Anda gunakan untuk mengukur performa bisnis atau perusahaan yang Anda miliki. Salah satu metode yang cukup umum digunakan untuk mengukur performa bisnis atau perusahaan adalah dengan menggunakan KPI atau Key Performance Indicators. KPI adalah metode untuk mengukur performa suatu perusahaan dengan menggunakan variabel-variabel tertentu.

Variabel yang digunakan dalam KPI untuk mengukur performa perusahaan dapat bervariasi tergantung dari pada bagian apa dari perusahaan yang akan diukur performanya. Salah satu bagian penting dari perusahaan yang perlu Anda ukur performanya adalah bagian public relation atau PR.

Variabel yang digunakan dalam KPI untuk bagian PR tentu saja berbeda dari variabel yang digunakan untuk mengukur performa pada bagian-bagian lain dari perusahaan.

Seperti yang sudah kita ketahui bersama, public relation atau PR adalah salah satu bagian penting dalam suatu perusahaan, terutama berkaitan dengan interaksi terhadap pelanggan atau konsumen.

Perusahaan yang memiliki PR dengan kinerja yang bagus biasanya akan lebih mudah memahami keinginan serta masalah yang dihadapi oleh pelanggan atau konsumen. Untuk meningkatkan performa PR pada perusahaan yang Anda miliki, berikut beberapa variabel yang sebaiknya Anda perhatikan dalam KPI untuk bagian public relation.

Variabel pertama yang digunakan dalam KPI untuk mengukur performa bagian PR suatu perusahaan adalah pembagian liputan positif atau negatif dari perusahaan Anda atau dari karyawan Anda. Variabel ini diukur berdasarkan waktu untuk melihat dinamikanya. Semakin besar pembagian liputan dari perusahaan Anda, maka akan semakin bagus kinerja atau performa perusahaan Anda secara keseluruhan.

Variabel kedua yang digunakan dalam KPI untuk mengukur performa bagian PR pada suatu perusahaan adalah pembagian pesan kunci.

Pembagian liputan yang mengkomunikasikan pesan kunci dalam program yang diadakan oleh bagian PR diukur dengan patokan yang bertolak belakang terhadap liputan yang tidak mengkomunikasikan pesan kunci. Variabel ini dianggap sebagai salah satu variabel terpenting dalam mengukur performa PR, terutama dalam mengukur kesuksesan program yang diadakan oleh bagian public relation dalam suatu perusahaan.

Analisis persepsi atau penerimaan pesan kunci juga merupakan salah satu variabel yang perlu Anda gunakan dalam KPI untuk mengukur performa bagian PR dalam perusahaan Anda. Variabel ini digunakan untuk mengetahui apakah tujuan dari program yang diadakan oleh bagian PR telah diformulasikan secara benar dan apakah pesan kunci yang disampaikan dapat menciptakan respon yang baik dari pelanggan.

Hasil yang didapatkan dari KPI yang menggunakan variabel ini akan berdampak sangat penting pada performa bagian PR secara keseluruhan.

Variabel lain yang perlu diperhatikan dalam mengukur performa bagian PR dengan menggunakan KPI adalah penanganan media. Salah satu tugas penting dari bagian PR pada suatu perusahaan adalah berhubungan dengan media untuk mensosialisasikan program perusahaan.

Variabel ini digunakan untuk mengetahui apakah daftar media yang dijadikan rekan telah memenuhi persyaratan dari program yang diadakan oleh bagian PR. Selain itu, variabel ini juga dapat digunakan untuk mengetahui sebesar apa porsi liputan yang disediakan oleh media dengan reputasi besar serta untuk mengetahui apakah program yang diadakan bagian PR dapat menjangkau pelanggan potensial dari perusahaan Anda.

Variabel terakhir yang digunakan dalam mengukur performa bagian public relation dengan menggunakan KPI adalah evaluasi terhadap citra perusahaan yang diciptakan oleh bagian PR secara keseluruhan.

Variabel ini menitikberatkan fokus pada pembagian liputan yang mengandung gambar produk, logo, atau atribut visual lainnya dari nama perusahaan yang merefleksikan kualitas program yang diadakan oleh bagian PR dan seberapa menarik citra perusahaan bagi pelanggan potensial. Meskipun variabel ini mungkin bukan merupakan salah satu faktor kunci dalam kesuksesan program yang diadakan oleh bagian PR, namun variabel ini dapat menentukan performa bagian PR secara keseluruhan.

Selain digunakan untuk mengukur performa bagian PR, KPI juga bisa digunakan untuk merumuskan tujuan bagian public relation dalam suatu perusahaan. Lebih jauh lagi, KPI bahkan bisa juga digunakan untuk merumuskan tujuan perusahaan secara keseluruhan.

Dengan mengetahui variabel-variabel apa saja yang akan berpengaruh pada tujuan yang akan dicapai oleh bagian PR dalam suatu perusahaan, pemilik perusahaan dapat melakukan evaluasi terhadap variabel-variabel tersebut sehingga tujuan bagian PR dan tujuan perusahaan dapat dicapai secara lebih efektif dan efisien.

Dengan menggunakan KPI untuk mengukur performa bagian PR dalam suatu perusahaan, Anda dapat menyusun strategi yang lebih efisien dan tepat sasaran sehingga program yang diadakan oleh bagian PR dapat meraih hasil yang lebih optimal. Penyusunan strategi berdasarkan hasil yang didapat dari KPI terbukti dapat memberikan hasil yang lebih memuaskan dibanding dengan strategi yang disusun tidak berdasarkan hasil yang didapat dari KPI.

Penggunaan KPI juga dapat membantu Anda dalam menyelesaikan setiap permasalahan yang muncul berkaitan dengan strategi yang Anda gunakan dalam perusahaan Anda, termasuk strategi yang Anda gunakan dalam program yang diadakan oleh bagian PR.

Dengan KPI, Anda bisa merumuskan permasalahan secara lebih efisien serta memperoleh solusi secara lebih efektif. Hal ini tentu saja dapat menghemat waktu serta sumber daya dalam mengelola manajemen perusahaan Anda, terutama pada bagian public relation.

Slide1