Cara Membuat KPI untuk Industri dan Perusahaan di Bidang Fashion

Dalam sebuah perusahaan, karyawan merupakan salah satu faktor yang paling penting dalam menentukan perkembangan dan kemajuan perusahaan. Jadi, bisa dibilang karyawan merupakan salah satu faktor pendukung sukses atau tidaknya sebuah perusahaan fashion. Oleh karena itu menentukan KPI untuk karyawan sangatlah penting.

Sebuah perusahaan fashion tentunya memiliki visi dan misi menyangkut produksi dan penjualan. Kedua hal tersebut sangatlah berhubungan erat dengan kinerja karyawan yang memang berperan penting baik dalam sistem produksi maupun penjualan.

Menentukan KPI untuk karyawan dapat membantu sebuah perusahaan dalam mewujudkan visi dan misinya sehingga kinerja karyawan bisa selalu terjaga dan ditingkatkan jika nantinya ada karyawan yang kinerjanya menurun.

KPI untuk karyawan merupakan sebuah pengukuran mengenai hasil kerja dari masing-masing karyawan. Dengan demikian setiap karyawan akan mendapatkan evaluasi mengenai pekerjaan mereka serta memberikan peluang bagi mereka untuk memperbaiki jika memang ada kekurangan dalam kinerja mereka.

Penghitungan KPI untuk karyawan harus dilakukan dengan objektif dimana penentuan KPI nantinya akan menjadi tolok ukur untuk mendorong setiap karyawan dalam meningkatkan kinerjanya. Dengan meningkatnya kinerja karyawan, tentu sebuah perusahaan fashion bisa membuat usahanya semakin berkembang dan out standing dibandingkan dengan perusahaan lainnya.

Penentuan KPI untuk karyawan harus dilakukan secara jelas dimana nilai yang dihasilkan dapat diukur. Selain itu, penghitungan dan penentuan KPI juga harus dilakukan secara rinci agar pengukuran dapat dilakukan dengan tertata dan jelas.

Ada beberapa poin yang harus diperhatikan dalam menentukan KPI untuk karyawan dari sebuah perusahaan termasuk perusahaan fashion. Setiap poin harus diikutsertakan dalam penentuan KPI agar visi dan misi perusahaan dapat diwujudkan melalui kinerja karyawan sebagai salah satu aktor yang paling berpengaruh.

Poin pertama yang harus ada yaitu poin spesifik. Dalam hal ini penentuan KPI harus dilakukan secara detail dan spesifik. Pastikan bahwa tujuan adanya KPI dapat ditargetkan melalui penentuan KPI tersebut.

Selain itu, poin measurable juga perlu diikutsertakan. Hal ini berarti indikator KPI yang sudah dibuat dan ditentukan merupakan penghitungan yang bisa diukur sehingga hasil dari penghitungan KPI akan menjadi objektif.

Poin achievable adalah poin lain yang harus ada dalam penghitungan KPI. KPI yang ditentukan untuk karyawan haruslah realistis dimana angka tersebut merupakan angka yang memang bisa dicapai oleh karyawan dalam kinerjanya. Dengan KPI yang achievable maka nantinya ada hasil dari penentuan KPI yang dapat diukur.

Selain beberapa poin diatas, poin relevan juga sangat penting untuk diikutsertakan. Dalam poin ini tujuan penentuan dari KPI untuk karyawan harus relevan dengan tujuan dan visi misi perusahaan dimana kinerja karyawan merupakan salah satu indikator baik atau tidaknya sebuah perusahaan.

Poin yang terakhir dalam penentuan KPI adalah poin waktu atau time dimana setiap indikator yang harus dicapai perlu memiliki deadline atau batas waktu. Dengan begitu karyawan akan terus meningkatkan kinerjanya untuk mencapai target KPI.

Dengan mengikutsertakan poin-poin tersebut dalam menentukan KPI, maka diharapkan dalam menentukan KPI untuk perusahaan dapat dibuat dengan baik dan seksama. Dengan begitu KPI yang ditentukan benar-benar akan berguna baik bagi karyawan dan juga perusahaan.

Setelah mempertimbangkan poin-poin tersebut, maka selanjutnya yang harus dilakukan adalah menerapkan KPI yang sudah ditentukan pada karyawan. Bahkan dalam penerapannya pun perlu diperhatikan beberapa hal agar KPI bisa diterapkan dengan benar dan sempurna.

Dual hal tersebut adalah Sumber Data dan pola Pikir Tim Manajemen. Setiap karyawan memiliki pola pikir yang berbeda-beda yang akhirnya akan menimbulkan persepsi dan asumsi yang juga berbeda-beda mengenai standar KPI yang ditetapkan.

Untuk menghindari adanya asumsi-asumsi negatif dari karyawan hendaknya dalam penentuan KPI perlu menyertakan manajemen menengah sehingga setiap karyawan akan memahami bahwa perusahaan perlu menentukan indikator tersebut guna mencapai visi dan misi dari perusahaan.

Dengan keterlibatan tersebut tentunya baik manajemen tengah maupun manajemen atas akan mendapatkan pemahaman tentang seberapa jauh prestasi yang harus dicapai serta alasan kenapa prestasi tersebut perlu untuk dicapai. Dengan demikian kinerja karyawan akan bisa semakin ditingkatkan.

Slide1

Slide1