Contoh KPI Bagian Gudang dan KPI Warehouse

Memiliki bisnis sendiri tentu merupakan salah satu pencapaian terbesar dalam hidup Anda. Bila Anda memiliki bisnis atau perusahaan Anda sendiri, ada berbagai aspek yang perlu Anda perhatikan sehingga Anda bisa menjalankan perusahaan Anda secara lebih optimal dan efisien.

Ada banyak metode yang bisa digunakan untuk mengukur performa kinerja perusahaan yang Anda miliki. Salah satu metode yang cukup umum digunakan untuk mengukur performa atau kinerja perusahaan adalah KPI atau Key Performance Indicators.

Secara umum, KPI atau Key Performance Indicators adalah matrik finansial atau non finansial yang bisa digunakan oleh pihak perusahaan untuk mengukur kinerja atau performa perusahaan tersebut. KPI biasanya digunakan oleh perusahaan untuk mengukur atau menilai kondisi perusahaan tersebut sehingga dapat diperoleh informasi mengenai tindakan apa yang perlu dilakukan untuk menyikapi kondisi perusahaan. Sejauh ini, KPI hanya digunakan untuk mengukur aspek-aspek kualitatif yang cenderung cukup sulit untuk diukur seperti kepuasan pelanggan atau kualitas kepemimpinan.

Salah satu hal penting yang perlu Anda perhatikan mengenai KPI adalah bahwa tidak semua matrik dapat diangap sebagai Key Performance Indicators.

Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi oleh matrik sehingga matrik tersebut dapat dianggap sebagai KPI. Adapun syarat matrik dapat dianggap sebagai KPI antara lain adalah memiliki target, berorientasi pada outcome, serta memiliki nilai ambang batas atau threshold. Apabila sebuah matrik memenuhi ketiga syarat ini, matrik tersebut bisa dianggap sebagai Key Performance Indicators.

Sebelum menetapkan KPI, ada beberapa hal yang perlu dilakukan oleh perusahaan. Persiapan pertama yang harus dilakukan adalah menetapkan tujuan yang akan dicapai oleh perusahaan. Selanjutnya, perusahaan juga harus memiliki proses bisnis yang sudah didefinisikan secara jelas.

Hal lain yang perlu dilakukan sebelum menetapkan KPI adalah menetapkan ukuran kualitatif dan kuantitatif berdasarkan tujuan yang hendak dicapai serta memonitor berbagai kondisi yang terjadi dan melakukan perubahan yang dibutuhkan untuk mencapai tujuan perusahaan tersebut.

Seperti yang sudah Anda ketahui, sebuah perusahaan terdiri dari berbagai bagian atau divisi yang memiliki tugasnya masing-masing.

Layaknya SOP atau Standar Operasional Prosedur, KPI untuk tiap bagian atau divisi di perusahaan memiliki rincian yang berbeda-beda. Salah satu bagian terpenting dalam perusahaan adalah bagian gudang. Bagian gudang bertanggung jawab terhadap segala barang inventory atau barang persediaan yang dibutuhkan oleh perusahaan untuk menjalankan proses produksi.

Ada tiga aspek penting yang perlu diperhatikan ketika akan menyusun KPI untuk gudang dan inventory. Hal pertama yang perlu Anda perhatikan adalah turn over. Secara umum, perhitungan sederhana untuk turn over stock item per bulannya dapat diperoleh dari jumlah total permintaan dalam bulan tersebut dikali dua belas lalu dibagi nilai barang dalam bulan tersebut.

Turn over adalah aspek yang dapat mencerminkan cash flow dalam sebuah perusahaan. Apabila nilai turn over semakin tinggi, maka semakin bagus pula cash flow pada perusahaan tersebut. Selain turn over, aspek lain yang perlu diperhatikan ketika menyusun KPI untuk gudang dan inventory adalah service level. Service level merupakan KPI yang digunakan untuk menghitung kepuasan konsumen.

Service level dapat dihitung berdasarkan jumlah permintaan yang berhasil dipenuhi dibagi dengan jumlah permintaan total lalu dikali 100%. Agar didapatkan nilai service level yang tinggi, perusahaan harus menyimpan stock barang dalam jumlah yang sebanyak mungkin sehingga cash yang mati akan jadi semakin besar dan nilai turn over akan semakin kecil. Inventory manajemen bertugas untuk menyeimbangkan nilai service level dengan turn over.

Key Performance Indicators ketiga yang digunakan untuk bagian gudang dan inventory adalah stock accuracy.

Pengertian stock accuracy adalah persentase ketepatan catatan jumlah barang dengan keadaan di dalam gudang yang sebenarnya. Stock accuracy akan sangat dipengaruhi oleh ketepatan input barang keluar dan barang masuk. Nilai stock accuracy dapat diketahui melalui stock take.

Melalui stock take, barang-barang dapat dihitung secara manual di gudang dan juga dapat dihitung nilai loss dan gainnya. Apabila perbedaan antara yang tercatat dengan keadaan sebenarnya semakin besar, maka semakin jelek nilai accuracy inventory. Dengan memperhatikan ketiga aspek ini, Anda akan bisa menyusun KPI untuk bagian gudang dan inventory secara lebih efektif dan efisien.

Slide1

Slide1