Contoh KPI Bank atau Key Performance Indicators untuk Bank

Pernahkah Anda mendengar KPI atau key performance indicators atau yang dalam bahasa Indonesia sering diartikan sebagai indikator kinerja utama? Ini adalah sebuah metodologi pengukuran yang bertujuan untuk melihat atau mengevaluasi pencapaian sebuah perusahaan.

Metodologi pengukuran ini biasa diterapkan oleh sebuah perusahaan, termasuk bank. Sebagai sebuah lembaga keuangan yang senantiasa menghadapi persaingan dan tantangan berat, bank harus mampu bertahan dan meraih target – target yang telah mereka buat.

Seperti halnya pada perusahaan yang lain, KPI pada bank merupakan suatu metode pengukuran yang bersifat kauntitatif yang sebelumnya telah disetujui oleh manajemen dan mencerminkan berbagai faktor penentu keberhasilan bank tersebut.

Namun, sedikit berbeda dengan perusahaan yang lain, sebagai perusahaan yang embrionya adalah perusahaan jasa, bank menggunakan prosentase dari pendapatan yang didapatkan dari nasabah sebagai bahan acuan utama.

Contoh KPI Bank

Seperti halnya yang dilakukan oleh perusahaan profit lainnya, KPI yang disusun oleh bank haruslah mencerminkan tujuan dari bank itu sendiri serta harus terukur atau questionable sehingga hasilnya jelas dan dapat digunakan oleh pihak manajemen dengan sebaik – baiknya.

Bank adalah sebuah perusahaan yang unik. Tidak seperti perusahaan pada umumnya, bank mendapatkan keuntungan dari jumlah nasabah yang menggunakan jasa mereka. Sebagai lembaga keuangan, bank terikat oleh peraturan yang dibuat oleh pemerintah, termasuk Bank Indonesia, meski demikian, mereka tetap memiliki kebebasan untuk membuat kebijakan yang tujuannya adalah untuk menarik minat masyarakat untuk menjadi nasabah.

Dengan menerapkan KPI, maka kinerja sebuah bank dalam kurun waktu tertentu dapat dengan mudah terlihat, terutama oleh pihak manajemen yang berwenang untuk mengatur segala kebijakan.

Hal itulah yang kemudian menjadi bahan pertimbangan untuk menyusun berbagai strategi yang baru, terutama strategi marketing atau pemasaran, pengelolaan aset yang lebih baik atau bahkan kebijakan – kebijakan lain yang semata – mata bertujuan untuk meningkatkan potensi yang dimiliki dengan tujuan untuk meraih target yang diinginkan.

Bank yang secara umum bertujuan untuk meningkatkan pendapatan dalam bidangnya akan selalu mengedepankan kebijakan fiscal sebagai prioritas. Meski demikian, seringkali nasabah bukan hanya melihat berapa tinggi bunga yang ditawarkan namun juga bagaimana pelayanan serta kredibilitas bank tersebut. oleh karena itu, berbagai komponen terkait yang akan mengisi parameter – parameter KPI bank misalnya likuiditas, aset, resiko, pendapatan sebelum pajak dan lain sebagainya.

Ketika Key performance indicators digunakan sebagai penilaian, maka harus ada cara tentang bagaimana harus mendefinisikannya secara akurat serta terukur dalam satuan tertentu. Seringkali, KPI berjalan dengan menggunakan satuan angka, yang kemudian hasil akhirnya akan dipakai atau dibaca.

Ketika jumlah angka atau poin yang dihasilkan kecil, berarti produktivitas atau kinerja yang dihasilkan juga kecil, begitu pula sebaliknya. Dari situlah kemudian muncul analisa yang akurat, yang terukur yang akan dijadikan bahan pertimbangan untuk mengambil strategi atau langkah selanjutnya.

Para ahli mengatakan bahwa pioneer KPI bank adalah bank Indonesia. Sebagai sebuah perusahaan milik Negara yang mengatur kebijakan – kebijakan financial, BI mengerti benar bahwa apa yang mereka lakukan akan menjadi jalan bagi yang lain untuk mengikuti.

Sejak tahun 2001, BI telah menggunakan metode penilaian KPI untuk mengetahui bagaimana kinerja mereka selama ini. Padahal, mungkin banyak yang berpendapat BI tidak terlalu membutuhkannya. Langkah tersebut kemudian banyak diikuti oleh bank – bank lain yang ada di bawah naungan BI dan saat ini penilaian KPI dipercaya menjadi satu metode paling teruji dan terukur yang diterapkan oleh mereka.

Meningkatnya kualitas pelayanan sebuah bank, secara umum dapat diartikan bahwa mereka telah menerapkan metode penilaian KPI. Hal itu sebagai bukti bagaimana metodologi ini begitu efektif, khususnya untuk lebih menarik minat masyarakat untuk menjadi nasabah. Secara garis besar hasil dari penilaian KPI akan menjadi acuan bagi manajemen bank untuk bekerja lebih baik.

Dari situ, akan muncul rekomendasi – rekomendasi terkait strategi – strategi yang baru dan kebijakan – kebijakan yang akan dibuat ke depannya. Bank yang telah menerapkan KPI pada umumnya akan selalu dapat meningkatkan kualitasnya, baik dari segi pelayanan maupun ragam produk yang ditawarkan.

Slide1

Slide1