Faktor Penentu Keberhasilan Penerapan Sistem BSC dan KPI

Ada sejumlah faktor penting agar Indikator Kinerja Utama Karyawan atau dikenal sebagai Key Performance Indicator (KPI) bisa diterapkan dengan sukses. Definisi dari penerapan KPI yang sukses adalah jika seluruh kinerja bisa dievaluasi secara menyeluruh sesuai koridor visi dan strategi perusahaan, dan jika hasil kinerja tersebut ditindaklanjuti secara berkelanjutan untuk meningkatkan kapabilitas karyawan.

Faktor pertama penerapan KPI yang sukses tentunya adalah susunan KPI yang sesuai lima prinsip dasar SMART (specific, measurable, achievable, relevant, time). Indikator kinerja harus disusun secara spesifik dan detail, begitu pula sifatnya yang harus dapat diukur secara obyektif.

Target penilaian performa juga harus berupa poin-poin realistis yang bisa dicapai dalam jangka waktu yang telah ditetapkan secara rasional. KPI juga harus berisikan hal-hal yang relevan dengan tujuan dan strategi perusahaan.

Jika Anda mengenal CEO Air Asia Tony Fernandes, perusahaan dunia yang berhasil sederetan penghargaan, Anda juga mungkin mengenal prinsip yang dipegang teguh Tony sebagai seorang pimpinan perusahaan, “Jika Anda memiliki pekerja yang bahagia, mereka akan menjaga konsumen Anda.

Anda bisa mendapatkan uang yang Anda inginkan di dunia ini, dan Anda bisa mendapatkan ide brilian. Tetapi jika Anda tidak memiliki karyawan bahagia, lupakan saja.” Prinsip ini berarti bahwa karyawan perlu merasa bahwa pimpinan perduli dan memerhatikan kesejahteraan lahir batin mereka, tidak sekedar mengejar keuntungan material secara membabi buta.

Satu hal yang membuat karyawan bahagia adalah penerapan indikator kinerja yang disertai dengan pelatihan atau kursus yang dibutuhkan karyawan berdasarkan hasil KIP. Dengan begitu, karyawan tidak akan merasa mengejar hal yang mustahil untuk dicapai karena mereka diberdayakan secara berkelanjutan untuk bisa meningkatkan kinerja. KIP akan menjadi sesuatu yang ditanggapi positif oleh karyawan, karena melalui KIP mereka bisa berbicara memberikan masukan kepada perusahaan, tidak hanya satu arah penilaian dari atas ke bawah.

Faktor lainnya untuk mensukseskan pelaksanaan KIP adalah penerapan sistem reward dan punishment (imbalan dan ganjaran) kepada karyawan berdasarkan perolehan KIP. Karyawan menjadi terpacu untuk bekerja lebih cerdas sebab mereka merasa dihargai perusahaan. Pemberian ganjaran juga membuat karyawan yang bekerja malas-malasan menjadi sungkan untuk tetap demikian. HR strategy presentation slides.

Secara spesifik, sistem ini akan menumbuhkan banyak karyawan-karyawan loyal.

Sistem pendataan untuk menyimpan rekam jejak kinerja karyawan juga wajib diadakan, apalagi untuk perusahaan dengan jumlah karyawan yang sangat banyak. Melalui sistem komputerisasi, pendataan bisa efisien dilaksanakan dan mudah diakses kapan saja.

Faktor lain yang tidak kalah penting adalah kehadiran pimpinan di tengah-tengah karyawannya. Bagaimanapun, faktor kehadiran ini sangat penting agar pimpinan bisa benar-benar mengenal kebutuhan dan tantangan yang dialami karyawannya.

Indikator kinerja utama menampilkan hasil yang akurat jika telah disusun sesuai koridor strategi perusahaan, namun tanpa ketidakhadiran pimpinan, bisa membuat karyawan merasa kekurangan hubungan dengan pimpinan.

Tidak ada gading yang tak retak. Sama halnya dengan KPI. Indikator ini perlu dievaluasi secara periodik agar relevansi poin-poin kinerja bisa terus sesuai dengan koridor visi dan strategi perusahaan.

Perkembangan kemajuan perusahaan maupun perubahan zaman bisa memengaruhi poin-poin indikator di dalam KIP. Hal ini patut diperhatikan pimpinan perusahaan dan penyusun KIP agar tekun dan rajin memerhatikan relevansi indikator kinerja karyawan. Poin indikator yang tidak relevan merupakan hal yang percuma dan membuang uang perusahaan.

Slide1

Slide1