Key Performance Indicators atau KPI Bagian Marketing dan Pemasaran

KPI merupakan parameter yang digunakan untuk mengukur performance dari sebuah industri maupun perusahaan. Setiap perusahaan seharusnya memiliki susunan KPI yang dibuat dan diperbarui karena KPI sangat penting untuk mengukur seberapa jauh perusahaan atau industri telah berkembang untuk mewujudkan sasaran-sasaran yang telah ditetapkan pada saat pembuatan industri tersebut.

Setiap perusahaan memiliki sistem KPI yang berbeda-beda tergantung dari jenis perusahaannya dan target yang ditetapkan pada perusahaan tersebut. Akan tetapi, pada dasarnya setiap bagian dalam perusahaan memiliki cara penghitungan yang sama. Contohnya saja tenaga pemasaran pada perusahaan asuransi cara menghitung KPI sama dengan tenaga pemasaran di perusahaan lain.

Dalam sebuah perusahaan, tenaga pemasaran memegang peran yang sangat penting karena tenaga pemasaran dalam sebuah perusahaan adalah bagian yang menentukan jumlah produk yang dipasarkan setiap bulannya.

KATALOG LENGKAP KPI MARKETING, SALES, CUSTOMER SERVICE, BRANDING MANAGEMENT DAN MARKETING COMMUNICATION BISA DI-DOWNLOAD DISINI…

Produk-produk yang terjual di didalam perusahaan bergantung penuh pada tenaga pemasaran.
Oleh karena itu, mengukur performance dari tenaga pemasaran setiap bulannya sangat penting karena tenaga pemasaran memegang peranan yang juga sangat penting. Melakukan analisa KPI setiap bulannya akan membantu perusahaan dalam mengidentifikasi apakah target pemasaran yang dibuat sudah tercapai atau belum.

Tenaga pemasaran sering mendapat arti yang salah di kalangan masyarakat karena tenaga pemasaran selalu disebut sebagai salesman. Akan tetapi, tenaga pemasaran tidak hanya terbatas pada salesman saja, melainkan ada beberapa istilah tenaga pemasaran yang cukup asing sebagian besar masyarakat contohnya account manager dan relationship manager.

Dalam menghitung KPI untuk bagian pemasaran, cara penghitunganya berbeda-beda tergantung dengan orientasi perusahaan dalam target pemasaran. Kebanyakan perusahaan termasuk perusahaan asuransi, akan berorientasi pada omzet dimana hal tersebut menjadi tolok ukur dari sukses atau tidaknya pemasaran yang dilakukan.

Untuk perusahaan yang berorientasi pada produksi, maka biasanya parameter KPI berkisar antara 90-95% untuk omzetnya. Hal ini kerap terjadi khususnya pada perusahaan yang lebih menargetkan pada produksi. Untuk perusahaan yang berorientasi pada prosesnya, KPI yang diterapkan biasanya berkisar dari 50% ke bawah.

Skema KPI ini sangat cocok digunakan untuk perusahaan asuransi yang memang sudah berada di puncaknya dan perkembangannya cukup stabil sehingga sudah cukup dikenal dan terkenal di masyarakat. Akan tetapi, untuk perusahaan yang baru saja berkembang biasanya parameter KPI untuk omzetnya adalah sebesar 60-70%.

KATALOG LENGKAP KPI MARKETING, SALES, CUSTOMER SERVICE, BRANDING MANAGEMENT DAN MARKETING COMMUNICATION BISA DI-DOWNLOAD DISINI…

Akan tetapi, disini omzet bukanlah satu-satunya hal yang bisa dijadikan patokan dalam penghitungan KPI pemasaran. Tingkat pertumbuhan perusahaan juga merupakan salah satu parameter yang bisa digunakan.

Selain itu, ada juga beberapa parameter lain seperti pelanggan baru, tingkat penjualan. Intensitas kunjungan dan pertumbuhan.

Untuk penghitungan KPI yang harus diterapkan dalam sebuah perusahaan tentunya tergantung pada orientasi dari perusahaan tersebut dalam bidang marketingnya. Jadi sebelum membuat KPI maka hal-hal tersebut juga perlu dipertimbangkan karena KPI merupakan suatu bentuk pengukuran dimana hal itu harus sesuai dengan apa yang akan diukur.

Selain beberapa parameter diatas, KPI juga dibuat dengan pertimbangan beberapa indikator. Hal ini berkaitan dengan fungsi KPI yang bukan hanya sekedar sebuah parameter tapi juga merupakan sebuah visi dan misi dari sebuah perusahaan yang akan digunakan untuk mencapai tujuan dan target yang sudah ditetapkan.

Karena itu, KPI dibuat bukan hanya untuk mengukur tapi juga untuk mengontrol dan mewujudkan target serta tujuan yang sudah diputuskan. Hal ini merupakan proses yang sangat detail karena segala sesuatunya benar-benar dijaga agar tetap sesuai. Karena itu, ada beberapa jenis indikator yang bisa digunakan dalam pengukuran.

Salah satu jenis indikator dari KPI adalah indikator Eksak dimana indikator ini mengukur semua aspek dan bidang yang ada di dalam perusahaan. Jadi setiap bidang di perusahaan yang memiliki hubungan dengan sasaran atau target maka akan diukur untuk dijadikan KPI. Akan tetapi, setiap fungsi dan bagian dalam perusahaan akan memiliki jenis KPI yang berbeda-beda.

Dengan adanya berbagai macam pertimbangan dalam menentukan KPI pada tenaga pemasaran, maka perlu diperhatikan bahwa sebuah perusahaan termasuk perusahaan asuransi harus memiliki target atau sasaran serta orientasi dimana semua hal itu akan digunakan dalam menentukan KPI baik dalam bidang pemasaran dan bidang-bidang lainnya di dalam perusahaan.

KATALOG LENGKAP KPI MARKETING, SALES, CUSTOMER SERVICE, BRANDING MANAGEMENT DAN MARKETING COMMUNICATION BISA DI-DOWNLOAD DISINI…

Slide1

Slide1